Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Catatan kosong

Tak ada suara hati yang bisa kutorehkan
Tak ada suara hati yang bisa kutuliskan
Tak ada bisikan yang bisa kuungkapkan,  Aku kehabisan lisan,  Aku kehabisan ilham,  Aku kehabisan fikiran,  Semua tertahan tanpa gerakan,  Semua membisu tanpa ucapan,  Dalam catatan kosongku.....

Sepiiiiii

saat pintu kamar tertutup, aku diluar sendirian, seakan dalam sel tahanan nan sempit, kutelusuri setiap sudutnya, tak ada kawan, tak ada suara sahutan, serasa tak ada kehidupan. Malamku ini serasa mencekam, pening rasanya. Bgmnkh esok ? Bagaimanakah masa depan? Kan kutanyakan pada Sang Penerang nanti dipenghujung malam.

Bangunkan aku ....

Tolong
Tolong bangunkan aku dari tidur panjang yang melelahkan ini
Sadarkan aku dari mimpi panjang yang melelahkan ini
Sadarkan aku dari harapan-harapan hampa ini
Sadarkan aku dari kelemahanku ini
Sadarkan aku dari kepalsuan ini
Sadarkan aku dari buaian sesaat ini
Sadarkan aku dari kilauan semu ini
Sadarkan aku dari fatamorgana ini
Sadarkan aku dari kelalaian ini
Sadarkan aku dari kenyamanan sesaat ini

Sadarkan aku menuju kenyataan sejati, meski itu pahit ....

Senar hidupku

Ujung jemariku serasa mati rasa, 
Serasa tak mampu lagi kupetik senar kehidupanku, 
Serasa tak ada lagi lagu yang bisa kunyanyikan untuk mewakili rasa ini, 
Semua serasa kosong, 
Semua serasa hampa, 
Semua serasa hening, 
Serasa tak ada lagi denyut kehidupan.....

Aku hanya punya Allah

Aku bukan lagi perokok yang bisa menghalau sepi dengan asapnya,
Aku bukanlah pekerja keras yang mampu mengusir sepinya dengan peluhnya,
Aku bukanlah penembak yang bisa menghalau sepi dengan pelurunya, 
Aku bukanlah pemusik sejati yang mampu menghalau sepinya dengan lagu-lahunya, 
Aku bukanlah si kaya yang bisa menghalau sepinya dengan hamburan uangnya, 
Aku hanyalah teman sang sepi, 
ya sang sepi yang selalu sendiri dalam hiruk pikuknya dunia, 
Aku teman sang sunyi yang selalu senyap dalam kebersamaan, 
Aku teman sang hampa yang selalu jenuh dalam kesenangan dunia. 
Aku hanyalah seorang penyendiri tanpa teman, bahkan teman hidupku pun menjauh dariku. 

Aku hanya punya Allah, tempatku mengadu.

Pedulikan aku, please

Aku hanya ingin dipedulikan....

Rasanya hambar tanpa perhatian darinya,
Serasa jenuh tanpa buah dari kasih sayang kami selama ini,
Titik jenuh ini membuatku hilang keseimbangan,
Terombang-ambing kesana kemari,
Hingga akhirnya ku tertambat disatu hati,

Salahkah aku bila terjadi seperti ini,
Cinta ini datang begitu saja,
Tanpa tahu dari arah mana asalnya,
Tanpa tahu ujungnya,

Cinta tak bisa disalahkan,
Yang salah adalah keadaannya,
Yang salah adalah posisinya,
Yang salah adalah akunya.


Mengapa harus kamu?

Mengapa harus mencintamu ??

Tak pernah terbersit tuk mencintamu, Selalu menghindar menatapmu,  Karna aku tak mampu menahannya,  Aku tahu aku 'kan jatuh hati bila berlama lama menatapmu,
Tak ada keinginan untuk merasakan ini lagi, Tapi Aku terlalu rapuh, hingga terjadilah ini. Namun kenapa harus kamu ?